Hamzah bin Abdul Muthalib – Singa Allah Pemimpin Para Syuhada

Remisya.org, Tangerang Selatan – Tahukah kalian siapa Hamzah bin Abdul Muthalib?

Hamzah adalah anak dari Abdul Muthalib yang merupakan adik dari Adbdullah (Ayahanda Rasul) sehingga Rasul memanggil paman kepadanya. Sejak muda ia sangat gemar berburu binatang dan dikenal sebagai orang yang pemberani. Ia pun merupakan orag yang cerdas dan perndirian yang kuat. Ia memeluk Islam pada tahun kedua kenabian dan hijrah Bersama Rasulullah serta ikut Perang Badar dan Perang Uhud.

Pada Perang Badar, Rasulullah menunjuk Hamzah sebagai salah seorang komandan perang. Pada saat terjadi perang badar, Beliau pernah membuat tanda dengan bulu Na’amah (bangau) pada dadanya yang bidang. Abdurahman bin Auf menyebutkan bahwa ketika perang Badar, Hamzah berperang disamping Rasulullah dengan memegang dua bilah pedang. Ia dan Ali bin Abi Thalib menunjukkan keberanian dan keperkasaannya yang luar biasa dalam mempertahankan kemuliaan agama Islam.

Akhirnya, kaum Muslimin berhasil memenangkan perang tersebut secara gilang gemilang. Kaum kafir Quraisy tidak mau menelan kekalahan begitu saja, maka mereka mulai mempersiapkan diri dan menghimpun segala kekuatan untuk menuntut balas.

Sesudah selesai peperangan, seseorang dari kaum musyrik bertanya” siapa orang yang bertanda dengan bulu burung Na’amah itu?’Orang-orang menjawab bahwa orang itu adalah Hamzah bin Abdul Muthalib. Maka orang musrik yang tadi bertanya merinding takut. Ia tahu bahwa Hamzah adalah orang yang paling banyak membunuh Musyrik Quraisy dalam Perang Badar.

  • Julukannya ialah Singa Allah Pemimpin Para Syuhada

Sebelum meninggal pada Perang Uhud, ia dijuluki dengan “Asadullah” (Singa Allah) dan menyebutnya “Sayidus Syuhada” (Penghulu atau Pemimpin Para Syuhada). Tiba saatnya Perang Uhud di mana kaum kafir Quraisy disertai beberapa kafilah Arab lainnya bersekutu untuk menghancurkan kaum Muslimin. Sasaran utama perang itu adalah Rasulullah dan Hamzah bin Abdul Muthalib.

Seorang budak bernama Washyi bin Harb diperintahkan oleh Hindun binti Utbah, istri Abu Sufyan bin Harb, untuk membunuh Hamzah. Wahsyi dijanjikan akan dimerdekakan dan mendapat imbalan yang besar pula jika berhasil menunaikan tugasnya.

Setelah terus-menerus mengintai Hamzah, Wahsyi melempar tombaknya dari belakang yang akhirnya mengenai pinggang bagian bawah Hamzah hingga tembus ke bagian muka di antara dua pahanya. Tak lama kemudian, Hamzah wafat sebai syahid. Usai peperangan, Rasulullah dan para sahabatnya bersama-sama memeriksa jasad dan tubuh para syuhada yang gugur.

Sejenak beliau berhenti, menyaksikan dan membisu seraya air mata menetes di kedua belah pipinya. Tidak sedikitpun terlintas di benak beliau bahwa moral bangsa arab telah merosot sedemikian rupa, hingga dengan teganya berbuat keji dan kejam terhadap jasad Hamzah. Dengan keji mereka telah merusak jasad dan merobek dada Hamzah dan mengambil hatinya.

Kemudian Rasulullah mendekati jasad Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib, Singa Allah, Seraya berkata,”Tak pernah aku menderita sebagaimana yang kurasakan saat ini. Dan tidak ada suasana apa pun yang lebih menyakitkan diriku daripada suasana sekarang ini.”

Setelah itu, Rasulullah dan kaum Muslimin menyalatkan jenazah Hamzah dan para syuhada lainnya satu per satu.

Ibnu Atsir dalam kitab Usud Al-Ghabah, mengatakan dalam Perang Uhud, Hamzah berhasil membunuh 31 orang kafir Quraisy. Sampai pada suatu saat ia tergelincir sehingga terjatuh kebelakang dan tersingkaplah baju besinya, dan pada saat itu ia langsung ditombak dan dirobek perutnya. Lalu hatinya dikeluarkan oleh Hindun kemudian dikunyahnya. Namun Hindun memuntahkannya kembali karena bisa menelannya.

Ketika Rasulullah melihat keadaan tubuh pamannya Hamzah bin Abdul Muthalib, Beliau sangat marah dan Allah menurunkan firmannya: “Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.” (QS An-Nahl: 126)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *