Usman bin Zaid | Panglima Muda Pilihan Rasulullah

Remisya.org, Tangerang Selatan – Tahukah siapakah Usamah bin Zaid??

Usamah bin Zaid bin Haritsah lahir pada tahun ke-7 sebelum Hijriah. Ia adalah anak dari Zaid bin Haritsah dari Ummu Aiman. Dahulu, ibunya pernah menjadi pembantu dan pengasuh Rasulullah di masa kecil. Ayahnya adalah seorang sahabat Rasul, pembantunya sekaligus anak angkat Rasulullah saw. Usamah bin Zaid berkulit hitam menyerupai ibunya yang berasal dari Habsyah.

Pada Perang Uhud, Usamah Bersama dengan beberapa pemuda menghadap Rasulullah untuk diizinkan berjihad dan Rasul memilih di antara mereka yang sudah memenuhi kriteria dalam jihad fisabilillah dan menolak yang tidak sesuai dengan kriteria tersebut. Usamah termasuk orang yang ditolak Rasul karena ia masih sangat kecil untuk mengikuti peperangan, kembalilah Usamah dengan deraian air mata yang membasahi pipinya.

Lalu pada Perang Khandaq, sekali lagi Usamah Bersama beberapa pemuda dari sahabat meminta supaya diizinkan untuk mengikuti perang tersebut dan akhirnya Rasulullah menyetujuinya, sedangjan pada saat itu Usamah masih berusia 15 tahun.

Ketika Rasulullah wafat, para sahabat telah bersepakat bahwa tongkat estafet kepemimpinan Kaum Muslim untuk menggantikan Rasul pada saat itu adalah Abu Bakar dan Ia meneruskan jejak Rasul untuk mengirim pasukan islam mengusir Romawi dari wilayah Syam, di bawah pimpinan Usamah bin Zaid. Akan tetapi, sebagian dari Kaum Ashar meminta Umar bin Khattab untuk mengusulkan kepada Khalifah Abu Bakar bahwa dalam memimpin pasukan dibutuhkan orang yang lebih tua dan berpengalaman dari Usamah bin Zaid. Akan tetapi saat Abu Bakar mendengar usulan Umar itu, ia marah dengan memegang jenggot Umar sambil berkata “Rasulullah saw. Memerintahkan Usamah dan engkau memerintahkan aku untuk meninggalkannya. Demi Allah, tidak akan kulakukan hal itu.”

Usamah menjadi Panglima saat berumur 18 tahun. Melihat keberaniannya, Umar bin Khatab memberikan kepadanya harta yang banyak sekali, bahkan bagian yang ia berikan kepada anaknya tidak sebanding dengan apa yang diberikannya kepada Usamah. Sampai- sampai Abdullah bin Umar mengaku kepada ayahnya, ”Wahai ayahku,engkau berikan kepada Usamah empat ribu dinar, dan yang engkau berikan kepadaku tiga ribu dinar, tidaklah aku ini anakmu yang selayaknya engkau berikan lebih banyak daripada dia?”

Umar pun menjawab, ”Sesungguhnya Ayahnya (Zaid) sangat dicintai Rasul daripada ayahmu ini dan Usamah sangat dicintai Rasul daripada kamu.” Mendengar jawabannya akhirnya ridha terhadap pemberian yang diberikan oleh ayahnya. Bahkan setiap bertemu dengan Usamah, Umar selalu menyambutnya dengan ucapan “Selamat datang pemimpinku!”. Lalu Usamah menghembuskan napas terakhir pada 53 Hijriah.

Sumber : Buku “99 Tokoh Muslim Dunia for Kids oleh Salman Iskandar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *